Palabuhanratu,28 Desember 2025 | Akses masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu lumpuh akibat portal parkir yang tidak berfungsi, menyebabkan antrean panjang kendaraan pengantar pasien. Situasi ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan cerminan buruknya tata kelola layanan publik yang berpotensi mengorbankan keselamatan pasien.
Investigasi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di pintu masuk RSUD Palabuhanratu tanpa penanganan cepat. Mobil-mobil yang membawa pasien, termasuk lansia dan pasien dengan kondisi darurat, terpaksa berhenti lama. Lebih memprihatinkan, petugas parkir terlihat pasif dan tidak menjalankan langkah darurat apa pun untuk membuka akses secara manual atau mengurai kemacetan.
“Ini rumah sakit, bukan pusat perbelanjaan. Orang datang bawa pasien, tapi diperlakukan seperti antrean parkir biasa,” ujar salah satu pengantar pasien dengan nada geram.
Ketidaksiapan pengelola parkir ini memunculkan pertanyaan serius terkait standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan. Dalam situasi darurat, portal parkir seharusnya dapat dibuka penuh demi kelancaran akses ambulans dan kendaraan pasien. Namun fakta di lapangan menunjukkan tidak adanya skema darurat, koordinasi, maupun penanggung jawab yang mengambil kendali.
Kondisi ini mengindikasikan adanya kelalaian sistemik, bukan sekadar kesalahan teknis. Pengelolaan parkir yang seharusnya bersifat penunjang justru menjadi penghambat utama pelayanan kesehatan. Publik pun mempertanyakan apakah pengelolaan parkir RSUD Palabuhanratu lebih berorientasi pada sistem dan pendapatan ketimbang keselamatan dan kemanusiaan.
Dampak dari kejadian ini tidak bisa dianggap sepele. Setiap menit keterlambatan bagi pasien dapat berujung pada risiko medis. Namun hingga antrean berlangsung cukup lama, tidak terlihat tindakan tegas dari pihak manajemen RSUD Palabuhanratu untuk mengambil alih situasi.
Masyarakat dan pemerhati layanan publik mendesak pemerintah daerah, manajemen RSUD, serta pihak terkait untuk membuka secara transparan:
• Penyebab lumpuhnya portal parkir
• Kesiapan SOP keadaan darurat
• Tanggung jawab pengelola parkir
• Mekanisme pengawasan terhadap layanan pendukung rumah sakit
Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa lemahnya pengawasan dan buruknya respons lapangan dapat menghilangkan esensi rumah sakit sebagai ruang pelayanan kemanusiaan. Jika persoalan sekrusial akses masuk saja gagal dikelola, publik berhak mempertanyakan kualitas pelayanan lainnya.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD dan pengelola parkir belum memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

Posting Komentar