SUKABUMI – Sebuah video yang menyoroti dugaan minimnya menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial serta grup aplikasi perpesanan WhatsApp. Video tersebut memicu sorotan publik setelah menampilkan keluhan warga terkait paket makanan yang disebut hanya bernilai Rp15 ribu untuk jatah satu minggu.
Video itu diketahui direkam di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, dan memperlihatkan seorang pria yang mempertanyakan kelayakan menu MBG yang diterima siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cikakak, pada Senin (29/12/2025).
Dalam rekaman tersebut, pria itu memperlihatkan satu paket MBG yang terdiri dari satu butir telur ayam rebus, satu kotak susu kecil rasa stroberi, satu kue basah, lima butir anggur, dan satu buah apel. Ia kemudian menghitung secara terbuka perkiraan harga dari setiap item makanan tersebut.
“Jatah MBG hari Senin di Desa Sukamaju, MI Cikakak, siswa kelas 3 MI. Susu kotak kecil tiga rebu, telur satu, jatah satu minggu,” ucap pria tersebut dalam video yang kini beredar luas.
Berdasarkan perhitungannya, total nilai paket MBG tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp15 ribu untuk satu minggu, sehingga menimbulkan pertanyaan publik terkait alokasi anggaran, kualitas gizi, dan transparansi pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, pria dalam video juga secara langsung menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan meminta agar dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah Palabuhanratu, khususnya Kecamatan Cikakak.
“Pak Dedi, coba sidak ke Palabuhanratu. MBG-nya enggak bener. Palabuhanratu, Kecamatan Cikakak, paket MBG untuk seminggu Rp15 ribu. Berapa yang dibegal, Pak Dedi,” ujarnya dalam bahasa Sunda.
Dalam video tersebut juga tampak kemasan makanan berstiker bertuliskan ‘RFF’, yang diduga merupakan identitas atau penanda dari pihak penyedia paket MBG. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan dan distribusi paket makanan tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah, penyelenggara program MBG, maupun instansi terkait di Kabupaten Sukabumi terkait kebenaran isi video tersebut maupun langkah evaluasi terhadap menu yang dipersoalkan warga.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

Posting Komentar