BCP-NEWS.com | Kecelakaan jetski terjadi di kawasan Pantai Buffalo, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (5/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden tersebut menyita perhatian publik setelah video proses evakuasi korban beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga dan pengunjung pantai berupaya memberikan pertolongan pertama secara darurat. Kedua korban dievakuasi secara manual menuju bibir pantai sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.
Kecelakaan jetski tersebut melibatkan dua orang wisatawan, masing-masing seorang laki-laki warga negara asing (WNA) dan seorang perempuan warga negara Indonesia. Keduanya mengalami benturan keras setelah jetski yang ditumpangi terbalik akibat dihantam ombak besar.
Korban laki-laki sempat mendapatkan penanganan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Palabuhanratu, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban perempuan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Identitas korban terungkap setelah Dedi, sopir rombongan, memberikan keterangan kepada awak media di lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa korban yang meninggal dunia merupakan majikannya.
Dedi juga menjelaskan bahwa korban perempuan bukan istri maupun kerabat korban, melainkan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja pada korban WNA tersebut.
Sementara itu, saksi mata Musyafa Kausar (24) menuturkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mendapatkan pengarahan singkat dari pengelola wahana jetski. Namun menurutnya, durasi panduan keselamatan terbilang sangat singkat.
“Setelah pengarahan, jetski dibawa ke tengah laut. Yang mengemudi WNA, perempuannya dibonceng,” ujar Musyafa.
Saat hendak kembali ke tepi pantai, jetski tersebut menghantam ombak cukup besar. Benturan keras menyebabkan jetski terbalik dan melemparkan kedua penumpangnya. Benturan dengan badan jetski mengakibatkan luka serius, terutama di bagian kepala salah satu korban.
Respons awal pengelola wahana jetski juga menjadi sorotan. Sejumlah saksi menilai penanganan awal dinilai lambat dan tidak segera memberikan pertolongan maksimal kepada korban.
Saksi lain, Ujang (35), mengatakan kondisi korban saat dievakuasi ke darat sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan medis segera.
“Keduanya sempat tidak sadarkan diri, lukanya kelihatan sangat parah, makanya langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti hilangnya kendali jetski yang berujung pada insiden fatal tersebut. Sementara itu, pengelola wahana jetski belum memberikan keterangan resmi kepada publik.
(Khadavi)

إرسال تعليق