PALABUHANRATU- Palabuhanratu benar-benar bergoyang! Malam pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 berlangsung spektakuler, Minggu malam, 29 Agustus 2026.
Bukan sekadar ramai. Panggung pesta rakyat benar-benar pecah, ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara larut dalam hentakan musik dangdut yang disuguhkan Sorata Group pimpinan H. Agus Chandra. Sejak musik mulai dimainkan, atmosfer malam itu langsung berubah. Warga yang semula duduk menikmati pertunjukan, perlahan ikut berdiri, bernyanyi, bertepuk tangan, hingga bergoyang mengikuti irama.
Sorata Group tampil dengan kekuatan musik yang mengusung warna Swara Rhoma Irama dan Soneta, menghadirkan nuansa dangdut yang begitu lekat dengan masyarakat Indonesia. Hentakan musiknya terasa. Suaranya menggema. Penontonnya pun ikut bernyanyi.
Sorata Group seolah tahu betul bagaimana cara membangun suasana pesta rakyat. Setiap lagu yang dimainkan mampu memancing respons penonton. Teriakan dan tepuk tangan berkali-kali terdengar dari tengah kerumunan masyarakat.
Nama H. Agus Chandra sebagai pimpinan Sorata Group pun menjadi bagian dari pertunjukan yang malam itu sukses mencuri perhatian. namun, kejutan belum berhenti. suasana semakin menggila ketika Sorata Group mengiringi penampilan artis ibu kota, Tasya, jebolan D’Academy 7 Indosiar.
Begitu Tasya muncul di atas panggung, sorakan penonton langsung membahana.
“Tasya! Tasya! Tasya!”
Suasana Palabuhanratu seakan berubah menjadi konser dangdut raksasa. dengan suara khas, aksi panggung yang enerjik, dan komunikasi yang begitu dekat dengan penonton, Tasya berhasil membuat ribuan masyarakat semakin larut dalam kemeriahan.
Tak hanya bernyanyi, Tasya juga mampu mengajak penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Lagu demi lagu dinyanyikan bersama. Kamera telepon genggam pun bertebaran, mengabadikan setiap momen penampilan sang bintang.
Yang tadinya datang untuk menonton, akhirnya ikut bernyanyi. Yang tadinya hanya duduk, ikut berdiri. Yang tadinya malu bergoyang, akhirnya ikut bergoyang.
Itulah gambaran suasana Pesta Rakyat malam itu. Kolaborasi Sorata Group dan Tasya menjadi salah satu magnet utama pembukaan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Perpaduan musik dangdut khas Sorata dengan energi panggung Tasya membuat malam di Palabuhanratu terasa semakin istimewa.
Sorata Group tidak hanya tampil sebagai pengiring musik. Mereka sukses menjadi penggerak suasana yang membuat panggung pesta rakyat hidup dari awal hingga akhir penampilan.
Dentuman musik, suara penyanyi, teriakan penonton, dan cahaya panggung berpadu menjadi satu kemeriahan yang sulit dilupakan. Palabuhanratu malam itu seperti kehilangan kata “sepi”.
Masyarakat datang dari berbagai penjuru untuk menikmati hiburan dalam momentum perayaan hari jadi Kabupaten Sukabumi. Tua dan muda tampak membaur, menikmati musik dan suasana pesta rakyat tanpa sekat. Bagi masyarakat, pesta rakyat bukan hanya soal panggung dan hiburan.
Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati kegembiraan bersama dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Dan malam pembukaan itu memberikan satu kesan kuat
HARI JADI KE-156 HARUS DIRAYAKAN DENGAN GEMBIRA!
Sorata Group pimpinan H. Agus Chandra sukses membawa energi tersebut ke atas panggung.
Sementara Tasya, dengan karakter vokalnya yang kuat, memberikan sentuhan bintang yang membuat suasana semakin pecah.’
Tak berlebihan jika penampilan Sorata Group bersama Tasya malam itu disebut sebagai salah satu sajian yang paling mencuri perhatian dalam pembukaan Pesta Rakyat.
Palabuhanratu bergoyang. Masyarakat bernyanyi. Panggung bergemuruh.Dan perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 pun resmi dimulai dengan pesta yang penuh warna, musik, dan kebersamaan. Malam itu, satu hal benar-benar terasa Kabupaten Sukabumi sedang berpesta.(fz)
Posting Komentar