Facebook   X   Instagram   YouTube   TikTok
Aktual, Cepat, Terpercaya
BREAKING NEWSBerita terbaru BCPNEWS.com, aktual dan terpercaya.09:45 WIB

Sabtu, 29 November 2025

Melayani Nyawa Merajut Asa Pamdes Cianjur Pagari Pelosok Dengan Semangat Gotong Royong


 

 

BCP-NEWS.com | Mereka adalah penjaga nyawa di ujung jalan desa, para pejuang senyap yang sigap menjawab panggilan darurat. Semangat kepahlawanan tanpa pamrih itulah yang berdenyut kencang dalam peringatan Hari Jadi ke-6 Persatuan Ambulan Desa (PAMDES) Kabupaten Cianjur. Lebih dari sekadar upacara, acara bertajuk "Pemersatu Ambulan Desa: Mempererat Jalinan Tali Silaturrahmi" ini menjadi ritus penguatan bagi para garda terdepan kesehatan darurat di wilayah yang kerap luput dari perhatian.

 

Gelaran yang berlangsung di Lapang Desa Ciherang, Karangtengah, Sabtu (29/11/2025) itu tak hanya memadati lokasi dengan seragam khas relawan. Suasana lebih mirip sebuah reuni besar para pejuang kemanusiaan. Sebanyak 354 anggota PAMDES Cianjur hadir menjadi tulang punggung acara, diperkuat oleh gelombang solidaritas dari relawan Bogor, Bandung, Sukabumi, Depok, hingga Karawang—sebuah mozaik indah yang membuktikan jaringan kekerabatan antar desa kian tak terbendung.

 

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Ketua Panitia yang juga Kepala Desa Sukasari, Dadan Haris, tidak hanya berbicara tentang statistik. Ia menyentuh relung paling personal dari pengabdian tersebut. "Di balik setiap lengkingan sirine, ada cerita tentang detik-detik genting yang menentukan nasib seorang ibu, seorang anak, atau seorang orang tua. Enam tahun perjalanan ini adalah bukti bahwa dari desa, kita bisa mengelola nyawa dengan tangankita sendiri," ujarnya, diiringi sorak semangat ratusan relawan.

 

Acara ini, lanjut Dadan, adalah oase di tengah kerasnya medan tugas. Sebuah ruang untuk saling menguatkan, berbagi strategi, dan mengasah ketajaman dalam melayani.

 

Dukungan paling gamblang datang dari Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, dr. Imade Setiawan. Di hadapan para relawan yang ia sebut "mitra penyelamat", ia tak sungkan mengakui peran strategis PAMDES yang kerap menjadi penyambung lidah program pemerintah di lapangan.

 

"Dalam hitungan kami, keberadaan PAMDES telah menjadi faktor kunci dalam menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di wilayah terpencil. Mereka adalah ujung tombak yang bergerak lebih cepat dari sistem formal manapun. Mereka bukan sekadar pengemudi, mereka adalah 'penjaga nyawa' di pelosok," tegas dr. Imade dengan mata berkaca-kaca.

 

Komitmennya pun ditegaskan. "Pemerintah Daerah berjanji untuk terus membina dan mendukung PAMDES ke arah yang lebih profesional. Karena setiap napas yang tertolong oleh kalian, adalah hutang budi kami semua."

 

Sementara itu, Ketua Korcam Karangtengah, Dedi atau yang akrab disapa Apih Pedul, melihat peran PAMDES melampaui fungsi teknisnya. "Lihatlah mereka. Mereka adalah pelopor pemersatu. Sebelum ada PAMDES, warga mungkin hanya kenal tetangga se-RT. Kini, dengan ambulans desa, tali silaturahmi terjalin antardesa, bahkan antarkecamatan. Mereka adalah simbol nyata bahwa gotong royong itu masih hidup dan membara," paparnya penuh keyakinan.

 

Sebelum perayaan ditutup, sebuah momen penuh hikmah menyentuh hati. PAMDES memberikan santunan kepada puluhan anak yatim, mengingatkan semua yang hadir bahwa misi kemanusiaan mereka tidak berhenti pada keadaan darurat, tetapi juga pada kepekaan sosial yang mendalam.

 

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pertunjukan kesenian tradisional Cianjur yang memukau. Gemuruh tawa dan tepuk tangan mewarnai pentas seni itu, menjadi penanda bahwa HUT ke-6 PAMDES bukanlah titik akhir. Ia adalah pembuka lembaran baru—sebuah semangat yang ditabuh lebih kencang, siap menggerakkan seluruh kadernya untuk terus mengabdi, bukan hanya dengan profesionalisme, tetapi dengan hati yang tulus mengasihi sesama.

 

Najib/A Chandra

Kamis, 27 November 2025

68 Karateka Wadokai Kabupaten Sukabumi Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat, Tegaskan Semangat Disiplin dan Persaudaraan

 



BCP-NEWS.com | Sebanyak 68 karateka dari seluruh dojo Wadokai se-Kabupaten Sukabumi mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan Pengurus Cabang Wadokai Karate-Do Indonesia Kabupaten Sukabumi pada Minggu, 16 November 2025. Kegiatan berlangsung di Dojo MAN 1 Sukabumi, Jl. Suryakencana KM 2, Pamuruyan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

 

UKT ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi latihan para atlet, menaikkan grade sabuk, memperkuat regenerasi karateka, serta mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar dojo dalam program yang terstruktur.

 

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, diawali dengan upacara pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan serta pengulangan teknik yang akan diujikan.

Para peserta diuji secara berjenjang mulai dari sabuk putih, kuning, hijau, biru hingga coklat. Adapun materi ujian meliputi:

  • Kihon (teknik dasar)
  • Kata (jurus dan bentuk)
  • Kumite (pertarungan atau aplikasi teknik) 

 


Tim Penguji

Ujian dipimpin langsung oleh pengurus Wadokai Kabupaten Sukabumi, yaitu:

  • Sensei Lukman Arif Ginanjar – Ketua Umum, Sabuk Hitam DAN IV
  • Senpai Dede Setiawan – Sekretaris, Sabuk Hitam DAN I
  • Senpai Muhamad Mulyana – Bendahara, Sabuk Hitam DAN I
  • Senpai Cici Suciawati – Kesekretariatan, Sabuk Hitam DAN II
  • Senpai Rafi Matin Ramadhan – Koordinator Bidang, Sabuk Hitam DAN I
  • Senpai Jafar Sidiq – Bina Prestasi, Sabuk Hitam DAN I

Dojo yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Cipetir, SAI, Bahrul Ulum, Cikidang, Khalifah Boarding School, SPQ Attartil, Assaidah, dan MAN 1 Sukabumi.


 

Semangat Karateka Menggema di Dojo

Sepanjang ujian, para peserta menunjukkan semangat juang, kedisiplinan, serta rasa hormat kepada penguji dan rekan latihan. Instruksi para sensei dan senpai bergema memenuhi dojo, berpadu dengan semangat karateka muda yang berusaha menampilkan kemampuan terbaik.

Lebih dari sekadar ujian teknik, kegiatan ini menjadi ujian karakter, konsistensi, dan kesabaran. Bagi para karateka, karate bukan hanya bela diri, tetapi jalan hidup (Do) yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kehormatan.

 

Lulusan Terbaik Diumumkan

Di akhir kegiatan, tim penguji mengumumkan lulusan terbaik dari masing-masing tingkatan sabuk sebagai bentuk apresiasi atas teknik, disiplin, dan mental juang yang unggul. Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan.

 

Kegiatan UKT kali ini berjalan tertib, aman, dan sukses, berkat dukungan seluruh dojo Wadokai Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Donal RM


Pelindungan Sosial Adaptif, Kunci Menko PM Jaga Warga Tetap Bangkit Usai Bencana

 


BCP-NEWS.com | Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah  kini mengadopsi pendekatan Pelindungan Sosial Adaptif (PSA) sebagai fondasi baru dalam penanganan, pencegahan serta pemulihan pascabencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kehidupan warga terdampak bencana agar kembali lebih baik.

 

Hal ini disampaikan Menko PM usai meninjau lokasi bencana di Desa Sukarame, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).

 

“Pelindungan Sosial Adaptif ini adalah antisipasi secara komprehensif yang menyangkut keberpihakan negara, pemerintah, berbagai pihak, masyarakat, untuk mengantisipasi agar ancaman-ancaman rawan bencana itu terdeteksi dengan baik sejak dini,“ ucap Menko Muhaimin.

 

Sebelumya, pada Senin (27/10) lalu Desa Sukarame, Sukabumi dilanda banjir bandang dan tanah longsor di mana terdapat 3.291 jiwa atau 1.091 kepala keluarga terdampak. Peristiwa tersebut memicu kerugian fisik hingga dampak sosial ekonomi dan dikhawatirkan akan memperdalam angka kemiskinan.

 

Dibutuhkan upaya pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui Pelindungan Sosial Adaptif dengan memperluas cakupan serta meningkatkan nilai manfaat bantuan sosial.

 

“Jadi Pelindungan Sosial Adaptif ini memastikan semua tertangani, termasuk dalam hal perlindungan sosial, identitas kependudukan, bantuan-bantuan iuran, serta bentuk perlindungan sosial lainnya,” jelas Menko Muhaimin.

 

Salah satu gerak cepat yang dilakukan Kemenko PM adalah dengan melakukan pendataan dan percepatan layanan administrasi kependudukan setelah ditemukan 202 keluarga terdampak bencana tidak memiliki data administrasi kependudukan.

 

Hal ini dikarenakan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan syarat utama untuk mengakses berbagai layanan sosial, termasuk bantuan kebencanaan, jaminan kesehatan, hingga bantuan pemulihan ekonomi pascabencana. Ia menggarisbawahi bahwa negara wajib hadir memberikan perlindungan dan memudahkan akses warga, bukan sebaliknya.

 

Menko PM juga menyoroti pentingnya rencana pembangunan yang berbasis mitigasi, mulai dari tingkat nasional hingga desa, agar pengelolaan wilayah rawan bencana tidak lagi menimbulkan kemiskinan baru.

 

“Sehingga perlindungan sosial adaptif yang kita persiapkan benar-benar mendorong antisipasi dan penanggulangan bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat kita,” ujar Menko PM.

 

Dalam kesempatan ini, Kemenko PM berkolaborasi dengan DPR RI, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan sejumlah stakeholder terkait juga memberikan sejumlah bantuan. Di antaranya, pembangunan 15 rumah beserta listrik dan air bersih, renovasi 38 rumah, perbaikan akses jalan, bantuan bibit pohon mahoni dan sengon, bantuan 769 bronjong dan 1.000 paket sembako.

 

Dv 


Mengabarkan Fakta, Menjaga Makna

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Main Tags

JSON Variables