Agus menjelaskan, kegiatan Pesta Rakyat tersebut berlangsung mulai 29 Agustus hingga 13 September. Dalam salah satu rangkaian acara, pihaknya menghadirkan hiburan dangdut Gebyar Hari Jadi dengan menghadirkan sejumlah artis, di antaranya Tasya dan Melli le.
Terkait kehadiran kedua artis tersebut, Agus menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Perlu diklarifikasi, kegiatan Tasa dan Melli ini tidak dibiayai oleh APBD, non-APBD. Mereka bisa hadir untuk ikut merayakan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi karena dibantu oleh promotor Melli dan promotor Tasya untuk hadir ke lapang Cangehgar,” ujar Agus Chandra dalam keterangannya.
Agus juga menjelaskan, mengenai pengunduran atau persoalan teknis terkait penampilan Melli, hal tersebut merupakan kewenangan pihak promotor dan bukan berada di pihak EO yang dikelolanya.
Selain itu, Agus menegaskan sejumlah kebutuhan utama dalam pelaksanaan acara, seperti panggung, sound system, lighting, genset, dan videotron, juga disebut tidak menggunakan dana APBD.
Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan kontribusi dari PT Buana Citra Promosindo sebagai bentuk dukungan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.
“Kami dari PT Buana Citra Promosindo menyumbang untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-156 dengan menggelar hiburan. Itu pun tidak menjual tiket, atau gratis untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya pada,” jelasnya.
Agus kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak menggunakan dana APBD. Menurutnya, pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya dan swadana sejumlah pihak yang terlibat, termasuk peserta UMKM, pihak swasta, serta para peserta dari perangkat daerah yang ingin turut berpartisipasi.
“Jadi tidak menggunakan dana APBD, perlu diketahui,” tegas Agus.
Ia juga menanggapi pernyataan mengenai kewajiban pihak EO untuk melakukan pelaporan. Agus menyebut pengelolaan dana dan kegiatan berada dalam ranah manajemen PT Buana Citra Promosindo.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan keterbukaan kepada EO lain yang ingin ikut berkontribusi dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, siapa pun yang ingin memberikan kontribusi berupa panggung, sound system maupun fasilitas lainnya dipersilakan untuk ikut berpartisipasi.
“Kamipun pun di sini mempersilahkan, kalau ada yang mau menyumbangkan dalam rangkaian ini. Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ini adalah milik masyarakat Kabupaten Sukabumi. Siapa pun boleh turut merayakan, silakan,” katanya.
Agus kembali menekankan bahwa panggung, sound system, lighting, genset, dan videotron yang digunakan dalam kegiatan tersebut disebut tidak dibiayai menggunakan APBD.
Ia pun meminta agar klarifikasi tersebut dapat disampaikan secara berimbang, terutama berkaitan dengan informasi yang sebelumnya beredar di media sosial.
Agus mengaku pihaknya merasa dirugikan dengan adanya informasi yang beredar, termasuk melalui platform TikTok, yang menurutnya belum memberikan gambaran secara utuh mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami merasa dirugikan. Ini mohon untuk diklarifikasi Bang Jos,” ujarnya.
Untuk memberikan penjelasan lebih lanjut, Agus mempersilakan pihak yang ingin mengetahui secara langsung mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut untuk datang ke sekretariat Pesta Rakyat di kawasan lapang Cangehgar palabuhanratu, tepatnya di samping kantor Infokom.
“Silakan datang. Agus Chandra akan memberi kejelasan yang sejelas-jelasnya,” pungkasnya.(dava)


