Facebook   X   Instagram   YouTube   TikTok
Aktual, Cepat, Terpercaya
BREAKING NEWSBerita terbaru BCPNEWS.com, aktual dan terpercaya.09:45 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026

Tak Main-Main Polda Gorontalo Tindak Tegas Tambang Ilegal di Bone Bolango

 


BCPNEWS.com | GORONTALO - Kepolisian Daerah Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Di bawah kepemimpinan Widodo, jajaran Ditreskrimsus Polda Gorontalo melakukan langkah tegas dengan mengamankan ratusan karung material batu hitam yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal.

 

Operasi penindakan tersebut berlangsung pada Jumat (22/05) di Desa Tilangobula, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Dalam kegiatan itu, petugas menemukan sekitar 259 karung berisi material batu hitam yang disimpan di rumah salah satu warga.

 

Saat ini, seluruh barang bukti masih berada dalam status police line sebelum dilakukan proses penyitaan dan pengamanan lebih lanjut di Mapolda Gorontalo.

 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Maruly Pardede, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut pihaknya turut mengamankan dua orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif.

 

“Para terduga pelaku diduga melakukan tindak pidana berupa menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, hingga penjualan mineral dan/atau batubara yang tidak berasal dari pemegang izin resmi,” jelasnya.

 

Menurut Maruly, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara.

 

“Ancaman hukuman terhadap pelanggaran tersebut berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar,” tegasnya.

Ia menambahkan, operasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Kapolda Gorontalo dalam menindak aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Gorontalo, khususnya bagi para penambang yang belum mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

 

Polda Gorontalo juga mengimbau masyarakat agar segera mengurus perizinan resmi sehingga aktivitas pertambangan dapat dilakukan secara legal, aman, dan bertanggung jawab.

 

“Penegakan hukum akan terus dilakukan secara konsisten. Kami berharap masyarakat dapat mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang sesuai aturan,” tutup Maruly.

KHADAVI


Kamis, 21 Mei 2026

Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 Meriah Bupati Sukabumi Ajak Jaga Laut dan Lestarikan Budaya Pesisir

 

BCPNEWS.com | Ribuan warga memadati Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu dalam puncak peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Kamis (21/5/2026). Tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut berlangsung meriah melalui arak-arakan budaya yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus pelestarian warisan leluhur.'

 

Arak-arakan budaya dimulai dari Pendopo Palabuhanratu menuju Alun-alun Gadobangkong. Prosesi dipimpin langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar didampingi Wakil Bupati H. Andreas bersama unsur Forkopimda. Hadir pula Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Arfian.

 

Suasana semakin semarak dengan antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang jalur arak-arakan. Tradisi budaya pesisir yang telah berlangsung turun-temurun itu kembali menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal.

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Hari Nelayan bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga momentum memperkuat identitas masyarakat pesisir serta meningkatkan sektor pariwisata daerah.

 

“Dengan adanya upacara adat Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu ini, diharapkan dapat menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat laut, sekaligus membawa kesejahteraan dan rezeki yang melimpah bagi masyarakat,” ujarnya.


Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian laut dari pencemaran. Menurutnya, laut yang sehat menjadi kunci keberlanjutan sumber daya perikanan dan masa depan nelayan Sukabumi.

 

“Kita harus menjaga laut agar hasil tangkapan ikan tetap melimpah dan bisa dinikmati hingga generasi penerus di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Arfian menilai Hari Nelayan Nasional memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar seremoni budaya. Tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas anugerah hasil laut yang diberikan Tuhan.

 

“Setiap nelayan yang mengarungi lautan membawa doa dan harapan. Karena itu, menjaga kelestarian laut menjadi hal penting agar sumber penghidupan masyarakat tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ungkapnya.

 

Ketua Panitia Hari Nelayan Nasional, Pepen Supendi, menyebut peringatan Hari Nelayan merupakan warisan budaya leluhur yang sarat nilai historis dan spiritual. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, aparat keamanan, sponsor, panitia, dan seluruh masyarakat Palabuhanratu yang telah menjaga kondusivitas acara,” katanya.

 

Di sisi lain, Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang Herawan, mendorong adanya kebijakan agar hasil tangkapan nelayan lokal dapat masuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi.

 

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

 

“Jika produk nelayan lokal masuk dalam program MBG, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan para nelayan,” pungkasnya.

 

Khadavi

Mengabarkan Fakta, Menjaga Makna

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Main Tags

JSON Variables