 |
| Penampilan H. Ismail dan Sifa |
SUKABUMI - Suasana perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke 156 semakin
semarak dengan hadirnya momentum spesial berupa launching dua buah lagu, yakni “Suara
Dangdut” dan “Lentera”.'
Launching tersebut menjadi bagian
dari rangkaian kegiatan yang digelar di Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya menjadi
hiburan bagi masyarakat, momentum ini juga mempertemukan para musisi, pencipta
lagu, penyanyi, serta para pegiat event dalam sebuah perayaan yang penuh
kehangatan.
Salah satu pencipta sekaligus
penyanyi lagu “Suara Dangdut” H. Ismail mengungkapkan rasa syukurnya karena
karya tersebut dapat diperkenalkan kepada masyarakat Sukabumi.
“Alhamdulillah, malam hari ini launching
dua buah lagu. Yang pertama lagu ‘Suara Dangdut’, karya saya sendiri dan saya
menyanyikan sendiri. Lagu ini diaransemen oleh Ahmad, keyboard Sonita,”
ungkapnya.
Sementara lagu kedua yang
diperkenalkan adalah “Lentera”, yang dinyanyikan oleh Sifa. Lagu tersebut
diciptakan oleh Haji Dimas, yang juga merupakan pembina Forsa Jabar.
Menurutnya, launching di Sukabumi
memiliki kesan tersendiri. Meski karya-karya tersebut sebelumnya telah
diperkenalkan di daerah lain, momentum kali ini menjadi bagian penting karena
lagu tersebut kembali diluncurkan di hadapan masyarakat Kabupaten Sukabumi.
“Ini berkesan luar biasa. Launching
kali ini terlaksana di Sukabumi atas fasilitas yang diberikan oleh sahabat
saya, H. Agus Chandra. Alhamdulillah bisa terlaksana launching di Sukabumi,”
ujarnya.
H. Ismail menambahkan, saat ini
telah memiliki sejumlah karya cipta lagu. Meski jumlahnya belum banyak, setiap
karya memiliki cerita dan sejarah tersendiri yang menjadi latar belakang
lahirnya sebuah lagu.
“Kalau karya cipta saya baru ada
tiga. Memang belum banyak. Tetapi setiap lagu pasti ada history dan story-nya,”
katanya.
Membawa
Pesan dan Nilai dalam Musik
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa
musik dan aktivitas bernyanyi tidak hanya berkaitan dengan hiburan. Dalam
proses berkarya, terdapat pula nilai serta norma yang tetap harus diperhatikan.
Hal tersebut menjadi bagian dari
perjalanan kreatif dalam menciptakan maupun membawakan sebuah lagu, termasuk
karya “Suara Dangdut” yang memiliki latar belakang tersendiri.
Sementara itu, lagu “Lentera”
menjadi karya yang tidak kalah menarik karena melibatkan Haji Dimas sebagai
pencipta dan Sifa sebagai penyanyi.
Kehadiran lagu-lagu tersebut
sekaligus memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang untuk mempererat
hubungan antarpelaku seni dan komunitas, sekaligus memberikan hiburan kepada
masyarakat.
 |
| Foto bersama personil ISTARA group dan Pimpinan Buana Citra Promosindo |
Hadir
Tanpa Bayaran untuk Sukabumi
Di tempat yang sama, pimpinan event
organizer Pt. Buana Citra Promosindo H. Agus Chandra mengaku bangga dan bahagia
dapat menghadirkan sosok tersebut untuk ikut menghibur masyarakat Palabuhanratu
dan Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, kehadiran sang musisi
dari Jakarta menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap masyarakat
Sukabumi.
“Saya merasa bangga dan bahagia.
Beliau bisa ada di sini untuk menghibur masyarakat Palabuhanratu khususnya dan
Kabupaten Sukabumi pada umumnya,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sang
musisi datang dari Jakarta tanpa bayaran khusus demi ikut memeriahkan Hari Jadi
Kabupaten Sukabumi.
“Beliau datang dari Jakarta tanpa
dibayar untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Saya bangga dengan
beliau,” tuturnya.
Tak hanya itu, kehadiran Haji Dimas,
selaku salah satu dewan Pembina Forsa di Jawa Barat, turut memberikan warna
tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Haji Dimas disebut telah berada di
Sukabumi selama beberapa hari untuk turut memantau dan meramaikan berbagai
kegiatan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran para mitra dan pegiat seni
tersebut dinilai menjadi dukungan positif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan
sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Launching “Suara Dangdut” dan
“Lentera” pun menjadi salah satu momen yang memperkaya perayaan Hari Jadi
Kabupaten Sukabumi. Musik, kebersamaan dan dukungan para seniman dari berbagai
daerah berpadu menjadi sebuah perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga
mempererat silaturahmi.
Dengan diluncurkannya dua lagu
tersebut di Sukabumi, diharapkan karya-karya musik tersebut dapat semakin
dikenal masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan kreativitas para musisi
dalam berkarya di tanah air.(dava)