Facebook   X   Instagram   YouTube   TikTok
Aktual, Cepat, Terpercaya
BREAKING NEWSBerita terbaru BCPNEWS.com, aktual dan terpercaya.09:45 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026

Mahasiswa Baru UNG Dibekali Strategi Tangkal Radikalisme Polda Gorontalo Jangan Jadi Korban Propaganda di Media Sosial

 

Dirreskrimsus Polda Gorontalo Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H.,(kemeja putih)


GORONTALO | Mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendapat pembekalan khusus mengenai bahaya paham radikal dan intoleransi dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNG Tahun 2026.

 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo yang mewakili Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus I UNG, Kota Gorontalo, Selasa (11/8/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pencegahan Paham Radikal di Lingkungan Perguruan Tinggi.”

 

Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kebangsaan mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi, sekaligus membekali mereka agar mampu mengenali dan menangkal berbagai bentuk propaganda, intoleransi, serta ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

 

Kegiatan diawali dengan sambutan pihak universitas, dilanjutkan pemaparan materi dan sesi tanya jawab interaktif bersama mahasiswa baru. Antusiasme peserta terlihat dalam diskusi yang membahas berbagai persoalan aktual terkait kehidupan berbangsa, toleransi, serta perkembangan informasi di ruang digital.

 

Mahasiswa Diminta Jadi “Filter” Pertama

 

Dalam pemaparannya, Dr. Maruly Pardede menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kaum intelektual dan agen perubahan. Karena itu, mahasiswa tidak boleh bersikap pasif terhadap berbagai potensi penyebaran paham radikal dan intoleransi di lingkungan kampus maupun media sosial.

 

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi filter terhadap informasi dan ideologi yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

 

“Mahasiswa harus aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang positif, memperkuat diskusi ilmiah, serta menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku. Jangan mudah terprovokasi dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial,” tegas Maruly.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menerima informasi atau ajakan yang beredar di dunia maya tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi.

 

Waspada Propaganda Radikal di Dunia Maya

 

Maruly menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuat penyebaran paham dan propaganda dapat berlangsung dengan cepat. Karena itu, literasi digital dan kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu benteng penting bagi mahasiswa.

 

Ia mengingatkan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang akademik yang sehat, terbuka terhadap perbedaan, serta menjunjung tinggi toleransi dan nilai-nilai kebangsaan.

 

“Jangan sampai kampus menjadi tempat berkembangnya paham yang bertentangan dengan Pancasila. Mari bersama-sama kita jaga kampus ini dengan mempererat toleransi, cinta tanah air, dan literasi digital agar tidak mudah terpapar propaganda negatif di dunia maya,” pesan Maruly kepada mahasiswa baru UNG.

 

Dalam pemaparannya, Dirreskrimsus Polda Gorontalo juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang dikaitkan dengan paparan paham radikal di lingkungan pendidikan sebagai bahan pembelajaran dan kewaspadaan.

 

Pesan tersebut, menurutnya, bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan membangun kesadaran bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan karakter, toleransi, pendidikan kebangsaan, serta kemampuan menyaring informasi.

 

Polda Gorontalo Dorong Kampus Jadi Benteng Kebangsaan

 

Melalui kegiatan PKKMB ini, Polda Gorontalo berharap mahasiswa UNG tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

 

Mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus ikut menciptakan lingkungan kampus yang aman, damai, inklusif, dan bebas dari penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila.

 

Pembekalan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kampus dari ancaman radikalisme bukan hanya tanggung jawab aparat atau pihak universitas, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

 

Redaktur: Zi


Peselancar 13 Negara Taklukkan Ombak Cimaja, Wabup Andreas Bidik Sukabumi Jadi Destinasi Surfing Kelas Dunia

 

SUKABUMI | Pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi, kembali bergemuruh. Peselancar dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara turun menaklukkan gulungan ombak dalam Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026 yang digelar pada 15–17 Agustus 2026.

 

Kompetisi surfing bergengsi tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas pada Sabtu (15/8/2026). Ajang ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.

 

Kehadiran puluhan peselancar dari berbagai negara menjadi daya tarik tersendiri. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti peselancar dari 13 negara, di antaranya Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Meksiko, Spanyol, Inggris, Taiwan, Uruguay, Prancis, dan Selandia Baru.

 

Ketua Panitia Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026, Imanuel Hakim, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi para peselancar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat hubungan komunitas surfing nasional dan internasional.

 

Para peserta bersaing dalam lima divisi, yakni Open Pro, Master Expatriate, Longboard, U-16, dan Women.

 

Wabup: Cimaja Punya Potensi Jadi Destinasi Surfing Dunia

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menilai kehadiran peselancar internasional menjadi momentum strategis untuk semakin mengenalkan Pantai Cimaja dan Kabupaten Sukabumi ke dunia.

 

Menurutnya, karakter ombak Cimaja merupakan salah satu kekuatan utama yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga atau sport tourism.

 

“Pantai Cimaja ini menjadi destinasi wisata kelas dunia. Mudah-mudahan wisata di Kabupaten Sukabumi terus semakin maju dan berkembang,” kata Andreas.

 

Ia menambahkan, tidak semua kawasan pantai memiliki karakter ombak seperti Cimaja. Kondisi tersebut menjadi keunggulan tersendiri yang berpotensi menarik wisatawan sekaligus peselancar dari berbagai belahan dunia.

 

Karena itu, menurut Andreas, keberadaan atlet mancanegara di Cimaja tidak hanya sebatas mengikuti kompetisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari promosi wisata Kabupaten Sukabumi.

 

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi tour of duty ataupun sponsorship supaya mereka bisa mendatangkan lagi teman-temannya dari luar,” ujarnya.

 

Dari Ombak Cimaja untuk Promosi Sukabumi ke Dunia

Ajang Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Pantai Cimaja sebagai salah satu ikon wisata surfing dan sport tourism Kabupaten Sukabumi.

 

Kehadiran peselancar internasional juga membuka peluang semakin luasnya promosi destinasi wisata Sukabumi melalui jejaring komunitas surfing dunia.

 

Pembukaan kompetisi ditandai dengan pemukulan bas drum oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas. Selain membuka kompetisi surfing, Wabup juga turut mengalungkan medali kepada peserta fun run yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

 

Dengan panorama pesisir, karakter ombak yang khas, serta semakin banyaknya peselancar nasional dan internasional yang datang, Cimaja terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu destinasi surfing unggulan Indonesia yang siap dikenal lebih luas di panggung dunia.

Reporter: Dava


Mengabarkan Fakta, Menjaga Makna

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Main Tags

JSON Variables