Facebook   X   Instagram   YouTube   TikTok
Aktual, Cepat, Terpercaya
BREAKING NEWSBerita terbaru BCPNEWS.com, aktual dan terpercaya.09:45 WIB

Minggu, 13 September 2026

Sukabumi Expo 2026 Ditutup, Job Fair Hadirkan Peluang Kerja dan Perputaran Ekonomi Rp3,2 Miliar

 

Dani Tarsoni Kadis Dagin (kemeja Batik) 

BCPNEWS.com - Sukabumi Expo 2026 resmi ditutup pada Minggu malam, 13 September 2026, di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tersebut tidak hanya menghadirkan aktivitas perdagangan dan pameran, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui gelaran job fair.

Antusiasme masyarakat terhadap job fair terlihat dari jumlah pencari kerja yang mencapai 542 orang. Kegiatan tersebut melibatkan sembilan lembaga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang menawarkan berbagai peluang kerja kepada masyarakat.

Dari ratusan pencari kerja yang hadir, sebanyak 166 orang menyatakan minat terhadap sejumlah lowongan yang tersedia.

Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa job fair masih menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pekerjaan sekaligus mengakses peluang kerja secara langsung.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan, kehadiran job fair menjadi bagian penting dari rangkaian Sukabumi Expo 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dari pencatatan panitia, sampai hari ini sudah tercatat perputaran uang atau omzet sebesar Rp3,2 miliar," ujar Dani saat menutup Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Minggu malam.

Selain job fair, rangkaian Sukabumi Expo 2026 dan Pasar Rakyat turut melibatkan pelaku usaha, UMKM, perangkat daerah, serta sejumlah perusahaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan kegiatan HJKS ke-156 tidak hanya sebagai momentum perayaan, tetapi juga sebagai ruang interaksi ekonomi dan promosi potensi daerah.

Dani menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan Sukabumi Expo 2026 berjalan dengan lancar. Meski demikian, sejumlah catatan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Sejumlah catatan selama pelaksanaan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang," tandasnya.

Dengan ditutupnya Sukabumi Expo 2026, pemerintah daerah berharap berbagai manfaat yang dihasilkan selama kegiatan dapat terus dirasakan masyarakat, khususnya dalam membuka akses terhadap peluang kerja, memperluas pasar bagi UMKM, serta mendorong aktivitas perekonomian daerah.

Sukabumi Expo 2026 menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, lembaga ketenagakerjaan, dan masyarakat.

Reporter: Anugrah 


Kamis, 10 September 2026

Sukabumi Expo 2026 hadirkan produk UMKM hingga Job Fair


 

BCPNEWS | Ribuan lowongan kerja baik didalam maupun luar negeri tersedia di Sukabumi Expo 2026 yang dilaksanakan di Lapang Cangehgar Palabuhanratu. Agendanya kegiatan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) tersebut dilaksanakan dari 10 sd 13 September 2026.

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, expo kali ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan LPK dan P3MI untuk menyediakan lowongan kerja melalui job fair. Lowongan kerja tersebut untuk penempatan berbagai negara, dari mulai Asia hingga Eropa.

 

"Ribuan lowongan kerja luar negeri dan ratusan dalam negeri tersedia di jobfair," ujarnya dalam Pembukaan Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar Palabuhanratu, Kamis Malam, 10 September 2026.

 

Menurut bupati, job fair ini sengaja diadakan untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi.

 

"Ini bisa dijadikan kesempatan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait lowongan kerja," ucapnya.

 

Selain job fair, di dalam acara tahun tersebut pun menampilkan berbagai produk lokal UMKM, hingga hasil pembangunan Kabupaten Sukabumi. Hal itu sengaja dilakukan untuk memperkenalkan inovasi dan pencapaian pembangunan.

 

"Hasil hasil pembangunan sengaja kami tampilkan juga di dalam expo ini agar masyarakat mengetahui berbagai capaian program Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Termasuk berbagai produk UMKM," ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Bupati berharap expo ini menjadi sarana hiburan, bela beli produk lokal sekaligus menjadi sarana mencari peluang investasi baru.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni mengatakan, expo ini diisi oleh 57 stand dari berbagai perangkat daerah dan umum. Namun yang paling menarik tahun ini ialah hadirnya jobfair.

 

"Kegiatan expo kali ini mendapatkan dukungan dari Disnakertrans lewat pembukaan lapangan pekerjaan," bebernya.

 

Namun bukan hanya itu saja, expo ini memunculkan perputaran ekonomi yang luar biasa. Bahkan, semenjak soft opening lewat Pesta Rakyat, perputaran uangnya termasuk  tinggi

 

"Semenjak pesta rakyat sampai saat ini, perputaran uang mencapai Rp2,6 miliar. Pengunjung rata rata harian pun mencapai 1.500. Kalau Sabtu-Minggu bisa tembus 3.000 pengunjung," terangnya.

 

Hal yang perlu digarisbawahi, menurutnya expo ini terlaksana berkat kerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga, tanpa menggunakan APBD.

 

"Kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Semua berkat kerjasama dengan pihak ketiga," pungkasnya

Kamis, 03 September 2026

Semarak HJS ke-156, Sabandar Karimadi Tampilkan Seni Pencak Silat


BCPNEWS.com | Kesenian pencak silat Sabandar Karimadi turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJS) ke-156 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-alun Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).

 

Kehadiran para pelaku seni pencak silat menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni budaya Sunda, khususnya pencak silat yang merupakan warisan budaya leluhur.

 

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Palabuhanratu, Zainal Arifin, mengatakan IPSI memiliki peran sebagai wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi pencak silat yang ada di berbagai perguruan.

 

“Alhamdulillah hari ini kami sudah keliling ke tiap perguruan dan melihat potensi-potensi adik-adik pencak silat. Alhamdulillah sangat antusias untuk terus berlatih, untuk terus semangat mengembangkan seni pencak silat ini,” ujar Zainal.

 

Menurut Zainal, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

 

“Pencak silat ini adalah warisan budaya leluhur yang turun-temurun untuk menjaga, membela negara dan juga sebagai potensi yang harus terus dipupuk, dibina untuk terus pengembangan pencak silat,” katanya.

 

Ia menambahkan, IPSI bersama para sesepuh pencak silat akan terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Palabuhanratu.

 

“Insya Allah dengan para sepuh semua akan terus membina potensi-potensi pencak silat di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Palabuhanratu ke depannya,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Sesepuh Sabandar Karimadi Kabupaten Sukabumi, Abah Asep Hidayat, mengatakan keterlibatan dalam rangkaian HJS ke-156 menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada generasi muda agar kembali mencintai dan melestarikan budaya Sunda.

 

“Saya sebagai orang tua ingin memotivasi anak muda, istilahnya anak-anak, untuk bangkit. Sudah lama ingin membangkitkan budaya Sunda, khususnya pencak silat. Sekarang kan banyak yang terganggu dengan cara lain,” ujar Abah Asep.

 

Ia berharap generasi muda tidak melupakan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pencak silat perlu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan budaya Sunda tetap terjaga.

 

Kegiatan Sabandar Karimadi dalam rangka HJS ke-156 tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni pencak silat untuk menunjukkan eksistensi serta potensi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah

.

Di tempat yang sama, Direktur PT Buana Citra Promosindo sekaligus Event Organizer Sukabumi Expo, H. Agus Chandra, menyampaikan apresiasi terhadap IPSI dan sejumlah paguron pencak silat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Menurutnya, keterlibatan IPSI dan paguron pencak silat dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi merupakan kegiatan yang secara rutin dilakukan setiap tahun.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada IPSI beserta jajarannya dan kepada paguron-paguron yang ada. Saya hanya bisa memberikan fasilitas, tidak bisa memberikan apa-apa, tapi mereka benar-benar luar biasa semangatnya,” ujar Agus Chandra.

 

Agus Chandra berharap seni dan budaya yang ada di Kabupaten Sukabumi mendapatkan perhatian serta pembinaan yang lebih baik dari pemerintah daerah.

 

Ia menilai pengembangan budaya, termasuk pencak silat, penting dilakukan secara berkelanjutan karena selain menjaga warisan leluhur, keberadaan budaya juga dapat menjadi salah satu potensi untuk mengangkat nama Kabupaten Sukabumi.

 

“Budaya ini perlu ada pengembangan. Mudah-mudahan nanti ada pembinaan dari pemerintah daerah, sehingga budaya-budaya yang ada di Kabupaten Sukabumi khususnya bisa berkembang lebih maju ke depan. Karena dari budaya itu juga akan mengangkat nama daerah,” pungkasnya.’

 

Reporter : Dava

Redaktur : Rinjani


Mengabarkan Fakta, Menjaga Makna

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Main Tags

JSON Variables