Facebook   X   Instagram   YouTube   TikTok
Aktual, Cepat, Terpercaya
BREAKING NEWSBerita terbaru BCPNEWS.com, aktual dan terpercaya.09:45 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026

Sorata Group Gebrak Palabuhanratu, Tasya Allesia D’Academy 7 Indosiar Bikin Pesta Rakyat Makin Semarak

PALABUHANRATU- Palabuhanratu benar-benar bergoyang! Malam pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 berlangsung spektakuler, Minggu malam, 29 Agustus 2026.

Bukan sekadar ramai. Panggung pesta rakyat benar-benar pecah, ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara larut dalam hentakan musik dangdut yang disuguhkan Sorata Group pimpinan H. Agus Chandra. Sejak musik mulai dimainkan, atmosfer malam itu langsung berubah. Warga yang semula duduk menikmati pertunjukan, perlahan ikut berdiri, bernyanyi, bertepuk tangan, hingga bergoyang mengikuti irama.

Sorata Group tampil dengan kekuatan musik yang mengusung warna Swara Rhoma Irama dan Soneta, menghadirkan nuansa dangdut yang begitu lekat dengan masyarakat Indonesia. Hentakan musiknya terasa. Suaranya menggema. Penontonnya pun ikut bernyanyi.

Sorata Group seolah tahu betul bagaimana cara membangun suasana pesta rakyat. Setiap lagu yang dimainkan mampu memancing respons penonton. Teriakan dan tepuk tangan berkali-kali terdengar dari tengah kerumunan masyarakat.

Nama H. Agus Chandra sebagai pimpinan Sorata Group pun menjadi bagian dari pertunjukan yang malam itu sukses mencuri perhatian. namun, kejutan belum berhenti. suasana semakin menggila ketika Sorata Group mengiringi penampilan artis ibu kota, Tasya, jebolan D’Academy 7 Indosiar.

Begitu Tasya muncul di atas panggung, sorakan penonton langsung membahana.

“Tasya! Tasya! Tasya!”

Suasana Palabuhanratu seakan berubah menjadi konser dangdut raksasa. dengan suara khas, aksi panggung yang enerjik, dan komunikasi yang begitu dekat dengan penonton, Tasya berhasil membuat ribuan masyarakat semakin larut dalam kemeriahan.

Tak hanya bernyanyi, Tasya juga mampu mengajak penonton menjadi bagian dari pertunjukan. Lagu demi lagu dinyanyikan bersama. Kamera telepon genggam pun bertebaran, mengabadikan setiap momen penampilan sang bintang.

Yang tadinya datang untuk menonton, akhirnya ikut bernyanyi. Yang tadinya hanya duduk, ikut berdiri. Yang tadinya malu bergoyang, akhirnya ikut bergoyang.

Itulah gambaran suasana Pesta Rakyat malam itu. Kolaborasi Sorata Group dan Tasya menjadi salah satu magnet utama pembukaan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Perpaduan musik dangdut khas Sorata dengan energi panggung Tasya membuat malam di Palabuhanratu terasa semakin istimewa.

Sorata Group tidak hanya tampil sebagai pengiring musik. Mereka sukses menjadi penggerak suasana yang membuat panggung pesta rakyat hidup dari awal hingga akhir penampilan.

Dentuman musik, suara penyanyi, teriakan penonton, dan cahaya panggung berpadu menjadi satu kemeriahan yang sulit dilupakan. Palabuhanratu malam itu seperti kehilangan kata “sepi”.

Masyarakat datang dari berbagai penjuru untuk menikmati hiburan dalam momentum perayaan hari jadi Kabupaten Sukabumi. Tua dan muda tampak membaur, menikmati musik dan suasana pesta rakyat tanpa sekat. Bagi masyarakat, pesta rakyat bukan hanya soal panggung dan hiburan.

Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati kegembiraan bersama dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

Dan malam pembukaan itu memberikan satu kesan kuat

HARI JADI KE-156 HARUS DIRAYAKAN DENGAN GEMBIRA!

Sorata Group pimpinan H. Agus Chandra sukses membawa energi tersebut ke atas panggung.

Sementara Tasya, dengan karakter vokalnya yang kuat, memberikan sentuhan bintang yang membuat suasana semakin pecah.’

 


Tak berlebihan jika penampilan Sorata Group bersama Tasya malam itu disebut sebagai salah satu sajian yang paling mencuri perhatian dalam pembukaan Pesta Rakyat.

Palabuhanratu bergoyang. Masyarakat bernyanyi. Panggung bergemuruh.Dan perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 pun resmi dimulai dengan pesta yang penuh warna, musik, dan kebersamaan. Malam itu, satu hal benar-benar terasa Kabupaten Sukabumi sedang berpesta.(fz)

Kamis, 27 Agustus 2026

Kabupaten Sukabumi Catat Karhutla Terluas di Jabar


 

Sukabumi - Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang paling banyak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat. Hingga 24 Agustus 2026, luas area yang terbakar di wilayah Sukabumi tercatat mencapai 196,40 hektare.

 

Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 132 kejadian karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Sukabumi.

 

Secara keseluruhan, karhutla di Jawa Barat telah terjadi di 19 kabupaten dan kota, mencakup 153 desa atau kelurahan di 91 kecamatan. Luas area yang terbakar di Jawa Barat pun mendekati 200 hektare.

 

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian karena kondisi cuaca yang relatif panas dan curah hujan yang mulai berkurang di sejumlah wilayah. Kondisi lahan yang kering dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

 

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, **Erwin Adam Ridwan**, mengatakan pihaknya bersama kepolisian terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap setiap laporan kebakaran lahan.

 

Menurutnya, sejauh ini hasil koordinasi dengan kepolisian belum menemukan adanya indikasi tindak pidana maupun unsur kesengajaan dalam kejadian karhutla di Kabupaten Sukabumi.

 

“Kolaborasi dengan kepolisian, belum ditemukan adanya tindak pidana unsur kesengajaan,” ujar Erwin kepada bcpnews, Kamis (27/8/2026).

 

Erwin menyebut kondisi geografis Sukabumi turut menjadi tantangan dalam menghadapi potensi karhutla. Sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi terdiri dari kawasan pegunungan, dataran serta hamparan lahan yang cukup luas.

 

“Karena kita ketahui bersama bahwa hampir sebagian besar wilayah Sukabumi itu kan pegunungan, dataran, hamparan luas. Dan kondisinya memang itu cuaca cukup panas. Curah hujan juga bisa dikategorikan ada beberapa titik daerah yang memang berkurang,” katanya.

 

Untuk mengantisipasi kebakaran meluas, Disdamkarmat terus memperkuat komunikasi dengan kepolisian dan masyarakat. Penanganan dilakukan sedini mungkin setiap kali muncul laporan kebakaran.

 

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui patroli di wilayah rawan. Erwin memastikan jajaran petugas damkar, termasuk Bhabinkamtibmas, masyarakat ikut dilibatkan dalam operasi pencegahan.

 

“Saya pastikan seluruh jajaran melakukan operasi pencegahan kebakaran,” tegasnya.

Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Warga diimbau lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi menimbulkan api.

 

Erwin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di kawasan yang kondisi lahannya kering dan rawan terjadi kebakaran.

 

“Salah satunya terkait dengan dilarang untuk melakukan membakar sampah pada titik-titik rawan,” pungkas Erwin. (dava)

Kora-Kora hingga Kincir Raksasa! Chandrajaya Fantasy Indonesia Bikin HUT Sukabumi ke-156 Makin Meriah


 

PALABUHANRATU, SUKABUMI - Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 tahun semakin semarak dengan hadirnya kembali Wahana Permainan Chandrajaya Fantasy Indonesia. Beragam wahana hiburan dan arena bermain siap memberikan pengalaman seru bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.

Chandrajaya Fantasy Indonesia menghadirkan berbagai pilihan permainan yang dapat dinikmati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sejumlah wahana favorit seperti Kora-Kora, Ontang-Anting, Mandi Bola, Kincir Raksasa, serta berbagai arena permainan lainnya menjadi daya tarik utama yang siap memacu adrenalin sekaligus menghadirkan keceriaan.

 

Tak hanya menawarkan wahana permainan, suasana semakin lengkap dengan hadirnya berbagai stand kuliner, pakaian jadi, distro, dan aneka produk lainnya. Masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus berburu kuliner dan berbelanja dalam satu lokasi.

 

Kehadiran Chandrajaya Fantasy Indonesia menjadi salah satu pilihan hiburan bagi masyarakat untuk memeriahkan momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156. Suasana meriah, beragam permainan, serta pilihan kuliner dan belanja menjadikan lokasi ini cocok sebagai destinasi rekreasi bersama keluarga maupun teman.

 

Bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, jangan lewatkan keseruan Chandrajaya Fantasy Indonesia. Ajak keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat untuk menikmati berbagai wahana dan kemeriahan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.

 

Sukabumi semakin meriah, liburan makin seru! Chandrajaya Fantasy Indonesia hadir untuk menghadirkan tawa, keseruan, dan pengalaman tak terlupakan bagi masyarakat.

Reporter: Dava 

Selasa, 25 Agustus 2026

Bukan Sekedar Kirim Air, Camat Cisolok Siapkan Solusi Permanen untuk Purojati

CISOlOK, SUKABUMI - Kekeringan kembali melanda Kampung Purojati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Memasuki musim kemarau, warga kembali menghadapi persoalan keterbatasan air bersih akibat sumber mata air utama yang selama ini menjadi andalan mengalami penurunan debit hingga mengering.

 

Sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Kecamatan Cisolok kembali mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak. Pendistribusian tersebut memasuki hari kedua dan dilaksanakan pada Selasa (25/8/2026).

 

Namun, pemerintah kecamatan menegaskan bahwa distribusi air bukan menjadi satu-satunya solusi. Persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau mendorong perlunya penanganan jangka panjang melalui pemanfaatan sumber mata air alternatif dan pembangunan infrastruktur pendukung air bersih.

 

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terdapat sumber mata air alternatif yang dinilai memiliki debit relatif lebih stabil, termasuk saat musim kemarau.

Hanya saja, lokasi sumber tersebut berada sekitar satu kilometer lebih jauh dibandingkan sumber mata air yang selama ini digunakan masyarakat.

 

“Untuk sementara kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat melalui pendistribusian air. Di sisi lain, kami juga mendorong adanya kajian teknis terhadap sumber mata air alternatif agar ke depan dapat menjadi solusi permanen bagi masyarakat,” ujar Okih.

 

Sumber Air Menyusut Saat Kemarau

 

Selama musim hujan, kebutuhan air masyarakat Purojati selama ini dipenuhi dari sumber mata air yang berada di kawasan pegunungan, sekitar dua kilometer dari permukiman warga.

 

Air dari sumber tersebut dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju bak penampungan sebelum dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Persoalan muncul ketika musim kemarau tiba. Debit mata air perlahan menurun hingga akhirnya aliran menuju permukiman warga terhenti.

 

Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari dan memerlukan bantuan distribusi air bersih.

 

Karena persoalan tersebut terjadi berulang setiap tahun, pemerintah kecamatan menilai penanganannya tidak cukup hanya dengan mendatangkan air menggunakan kendaraan tangki atau toren.

 

Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Warga

  

Dalam penanganan kondisi darurat tersebut, Kecamatan Cisolok menggandeng berbagai pihak. Salah satunya Dapur SPPG, yang memiliki fasilitas sumur bor dan persediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak.

 

Sementara itu, Kantor Kecamatan Cisolok memfasilitasi pengangkutan sekaligus pendistribusian air menggunakan kendaraan pembawa toren menuju permukiman warga.

 

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian dan semangat gotong royong untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kekeringan.

 

Meski distribusi air terus dilakukan, Camat Cisolok menilai langkah tersebut hanya bersifat sementara.

Menurutnya, diperlukan kajian dan perencanaan yang matang agar masyarakat Purojati memiliki sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan.

 

Bidik Sumber Mata Air Alternatif

 

Sejumlah langkah jangka panjang mulai didorong, antara lain melakukan survei dan kajian teknis terhadap sumber mata air alternatif yang memiliki debit lebih stabil.

 

Selain itu, diperlukan kemungkinan perpanjangan atau pembangunan jaringan perpipaan sekitar satu kilometer dari jaringan yang telah tersedia, pembangunan maupun peningkatan kapasitas bak penampungan, serta penyediaan sarana pendukung distribusi air bersih.

 

“Sejumlah langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain survei dan kajian teknis terhadap sumber mata air alternatif, perpanjangan atau pembangunan jaringan perpipaan sekitar satu kilometer dari jaringan yang sudah ada, pembangunan maupun peningkatan kapasitas bak penampungan, serta penyediaan sarana pendukung distribusi air bersih,” jelas Okih.

 

Penanganan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah terkait sesuai kewenangan dan berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan.

 

Pemerintah Kecamatan Siapkan Koordinasi

 

Kecamatan Cisolok selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta organisasi perangkat daerah terkait untuk mendapatkan arahan dan dukungan dalam melakukan peninjauan serta kajian terhadap sumber mata air alternatif tersebut.

 

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih permanen, sehingga persoalan kekurangan air bersih yang selalu menghantui masyarakat Purojati setiap musim kemarau dapat diminimalkan.

 

Bagi warga Purojati, air bukan sekadar kebutuhan saat kemarau. Air adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia sepanjang tahun.

 

Karena itu, sambil menunggu proses kajian dan penanganan jangka panjang, Kecamatan Cisolok memastikan koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki sumber maupun persediaan air bersih akan terus dilakukan, termasuk dengan Dapur SPPG.

 

Pendistribusian air bersih hari kedua ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah kecamatan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi kekeringan.

 

Di sisi lain, upaya mencari sumber air alternatif menjadi harapan agar setiap musim kemarau tidak lagi identik dengan krisis air bagi warga Kampung Purojati.

Kebakaran Lahan Dekat Kawasan Gunung Jayanti, Disdamkarmat Berjibaku di Medan Terjal

SUKABUMI | Kebakaran lahan terjadi di kawasan Kampung Batusapi, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/8/2026).

Peristiwa tersebut sempat membuat warga di sekitar Gunung Jayanti melihat kepulan asap tebal membubung dari kawasan kebun yang berada tidak jauh dari Perumahan Taman Sari.

Warga setempat, Muhammad Asep, mengatakan asap tebal pertama kali terlihat dari arah kawasan Gunung Jayanti. Setelah diamati, kepulan asap tersebut diketahui berasal dari lahan yang terbakar.

"Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di seputaran Gunung Jayanti. Tidak lama kemudian diketahui ternyata ada kebakaran di sekitar kebun dekat Perumahan Taman Sari,” ujar Asep.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Laporan diterima petugas sekitar pukul 14.24 WIB dan tim tiba di lokasi pada pukul 14.31 WIB.

Menurut Erwin, lahan yang terbakar meliputi area alang-alang dan kebun. Hingga penanganan berlangsung, penyebab munculnya api masih belum diketahui.

“Penyebab kebakaran belum diketahui,” katanya.

Petugas mengalami kendala saat melakukan pemadaman karena titik api tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam. Kondisi medan membuat proses penanganan harus dilakukan secara manual.

Sekitar pukul 16.00 WIB, api masih terlihat merambat di sejumlah bagian kebun. Vegetasi yang kering turut mempercepat penyebaran kobaran api.

Petugas kemudian terus melakukan pengendalian agar api tidak meluas. Lokasi kebakaran yang berada di sekitar kawasan Gunung Jayanti menjadi perhatian, terutama apabila angin bertiup kencang dan mendorong kobaran api ke area yang lebih luas.

Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi memastikan upaya pemadaman dan pengendalian terus dilakukan secara manual untuk mencegah kebakaran merambat ke kawasan lainnya.

Mengabarkan Fakta, Menjaga Makna

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Main Tags

JSON Variables